Langsung ke konten utama

Pengasuhan Paman & Perjalanan Pertama ke Syam

Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam tinggal dalam pengasuhan kakek beliau Abdul Muthallib sampai usia delapan tahun. Kemudian kakek beliau wafat. Sebelum wafatnya ia memberi wasiat kepada paman beliau Abu Thalib agar mengasuh beliau Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Karena sang kakek mengetahui rasa sayang Abu Thalib kepada Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam.

Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam membantu paman beliau di dalam pekerjaannya. Abu Thalib mempunyai pekerjaan berdagang. Beliau menemaninya dalam perjalanan ke negeri Syam. Ketika itu beliau berusia dua belas tahun. Mereka tiba di sebuah tempat yang bernama Bushra, antara Syam dan Hijaz. Keduanya bertemu dengan seorang rahib. Nama rahib itu Buhaira.
Buhaira dapat mengenali Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam sebagai nabi terakhir. Karena ia melihat cincin kenabian di antara kedua pundak beliau. Dan ia mengetahuinya dari keadaan beliau yang yatim. Buhaira menyuruh Abu Thalib untuk mengembalikan beliau ke Makkah, karena ia mengkhawatirkan keselamatan Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dari gangguan Yahudi.

Pernikahan Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dengan Khadijah

Khadijah mengetahui kejujuran dan sifat amanah Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Maka ia meminta beliau untuk berniaga baginya. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salampun menyetujuinya. Beliau pergi ke negeri syam. Beliau kembali dari perjalanan ini dengan keuntungan yang besar. Maisaroh, budak Khadijah, menceritakan pada Khadijah apa yang dilihatnya. Ia bercerita betapa bagusnya akhlak Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Karena ketika itu Maisaroh bersama beliau dalam perjalanan ke Syam. Khadijah pun merasa kagum kepada beliau. Kemudian paman Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam Abu Thalib meminangkan Khadijah untuk beliau. Maka beliau menikah dengan Khadijah. Ketika itu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam berusia dua puluh lima tahun. Dan pada saat yang sama Khadijah berusia empat puluh tahun. Ia adalah istri pertama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Ia melahirkan bagi beliau anak laki-laki yaitu Al Qasim. Ia juga melahirkan Abdullah yang digelari dengan Ath Thayyib dan Ath Thahir. Dan ia juga melahirkan anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Fathimah dan Ummu Kultsum.

Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Hari Backpacker Di Singapore

Rasanya betah jika tinggal di kota yang tata kotanya rapi dan warganya taat pada aturan. Untuk pertama kalinya aku berniat ingin jalan-jalan, ku coba tanya-tanya seputar perjalanan ke luar negeri, adakah rencana kumpul bareng dan jalan bareng di komunitas santri seperti yang sering mereka adakan. Berhari-hari belum dapet info apakah ada acara ngumpul buat silaturahmi. Alhasil teman dari komunitas nyaranin dan dapetin tanggal buat cuti, dalam benakku siapa tau selain temenku ini akan ada temen baru dari temenku, dan benar adanya aku dapet temen baru. Alhamdulillah, aku dapat cuti di hari yang sama sesuai yang disarankan oleh temenku itu, kang Dudung namanya. Enak kan kalau kita bepergian tidak sendiri, sekalipun kita pergi sendiri terus kita janjian akan ketemu di jalan apa, minimal kita tau di jalan itu ada bangunan apa sebagai penanda kita bisa ketemu. Perjalanan pergi dari Jakarta ke Singapore pakai pesawat yang sudah disepakati bersama atas saran dari temenku, dan ...