Langsung ke konten utama

Hamzah bin 'Abdil Muthallib Masuk Islam

Ia adalah Hamzah bin 'Abdil Muthallib bin Hasyim. Ia paman Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam. Ia juga saudara sepersusuan beliau.

Asal mula masuk islamnya Hamzah adalah dikarenakan ia marah. Ia marah karena membela Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam. Ketika itu ia mendengar kabar bahwa Abu Jahal melewati Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam di bukit Shafa, kemudian Abu Jahal mengganggu dan mencerca beliau.


Maka Hamzah marah. Ia pun mencari Abu Jahal ke Masjidil Haram. Ia memukul Abu Jahal dengan busur panah yang dibawanya.

Ia berkata: "Apakah engkau berani mencela Muhammad padahal aku ada di atas agamanya?! Aku mengatakan apa yang ia katakan!!"


Hamzahpun masuk Islam. Maka Quraisy menyadari bahwa Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam telah menjadi kuat.


Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah

Postingan populer dari blog ini

Kisah Seorang Munafik di Zaman Rasulullah

Kisah ini disampaikan oleh sahabat Ibnu umar Radhiallahu ‘anhu, Muhammad bin Kaeb Radhiallahu ‘anhu, Zaid bin Aslam Radhiallahu ‘anhu dan Qatadah Radhiallahu ‘anhu berkata (ringkasnya demikian): Ada seorang laki-laki (munafik) pada waktu perang Tabuk dia berkata: “Tidaklah kami melihat semisal Qurra’ (pembaca al-Qur’an) kita ini, mereka paling besar perutnya (karena banyak makan), paling pendusta (ketika berbicara), paling penakut (bila berhadapan dengan musuh).” Perkataan itu ditujukan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Mendengar hal tersebut Auf bin Malik Rahimahullah berkata kepadanya: “Bohong kamu, akan tetapi kamu munafiq, sungguh aku akan memberitahu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.” Maka pergilah Auf untuk menjumpai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahu perkataan orang munafiq ini. Belum sampai Auf bin Malik datang menjumpai beliau, telah turun ayat yang memberitahu keadaan tersebut dengan sebenarnya.

Yaitu ayat yang terdapat dalam QS. At-Ta…

Istri Rasulullah 'Aisyah Binti Abu Bakar Rodhiallahu 'Anha

Dia adalah gurunya kaum laki-laki, seorang wanita yang suka kebenaran, putri dari seorang laki-laki yang suka kebenaran, yaitu Khalifah Abu Bakar dari suku Quraisy At-Taimiyyah di Makkah, ibunda kaum mukmin, istri pemimpin seluruh manusia, istri Nabi yang paling dicintai, sekaligus putri dari laki-laki yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwa ‘Amr bin ‘Ash Rodhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Siapakah orang yang paling engkau cintai, wahai Rasulullah?" Rasul menjawab: '''Aisyah.'' 'Amr bertanya lagi: "Kalau laki-­laki?" Rasul menjawab: "Ayahnya.

Selain itu Aisyah adalah wanita yang dibersihkan namanya langsung dari atas langit ketujuh. Dia juga adalah wanita yang telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu bahwa seorang wanita memungkinkan untuk lebih pandai daripada kaum laki-laki dalam bidang politik atau strategi perang…

Perjalanan Rasulullah Ke Thaif

Pada tahun kesepuluh kenabian, Abu Thalib meninggal. Padahal sekian lamanya Abu Thalib melindungi Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam dari orang-orang kafir Quraisy. Demikian pula di tahun itu istri beliau Khadijah Rodhiallahu 'anha meninggal dunia. Sedangkan sebelumnya ia telah menjadi penolong terbaik bagi Nabi Sholallahu 'alaihi wasalam.

Kejadian ini menimbulkan akibat gangguan kaum musyrikin kepada Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam bertambah keras. Bahkan kerabat beliau yang terdekatpun menimpakan gangguan.
Kemudian Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam mulai menghubungi kabilah-kabilah lain yaitu kabilah-kabilah yang berdekatan dengan Makkah.

Beliau pergi ke Tha'if untuk mendakwahi kabilah Tsaqif. Maula (bekas budak) beliau ikut pergi menyertai, namanya Zaid bin Haritsah Rodhiallahu 'anhu.

Namun mereka menolak dakwah Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam. Bahkan beliau mendapati siksaan dan pendustaan yang lebih keras daripada gangguan yang dibe…