Rabu, Januari 30, 2008

Tahapan Jihad Fi Sabilillah

Sebelumnya, di Makkah kaum muslimin telah mendapatkan banyak gangguan dan siksaan dari kaum musyrikin. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memberi wasiat pada mereka agar mereka bersabar menghadapinya. Karena ketika itu jumlah kaum muslimin masih sedikit. Perlengkapan perang kaum muslimin juga masih sedikit.

Namun gangguan kaum musyrikin semakin keras. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun memberi perintah kepada muslimin supaya mereka berpindah (hijrah) yang pertama kalinya ke Habasyah. Kemudian ke Madinah. Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun berhijrah ke Madinah, dan menetap di sana.

Setelah itu jihad fi sabilillah diwajibkan atas kaum muslimin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 39, yang artinya:

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-­benar Maha Kuasa menolong mereka itu."

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mempersiapkan perlengkapan perang. Beliau mulai memerangi kaum Quraisy. Karena mereka telah mengeluarkan kaum muslimin dari negeri dan harta mereka.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan-pasukan sariyyah (pasukan yang tidak di hadiri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan jumlah mereka tidak lebih dari 400 orang). Dan beliau mempersiapkan kaum muslimin untuk memerangi kaum musyrikin, agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi.

Diantara sariyyah-sariyyah ini adalah :

1. Sariyyah Ubaidah ibnul Harits Rodhiallahu ‘anhu.

2. Sariyyah Hamzah bin 'Abdil Muthallib Rodhiallahu ‘anhu.

3. Sariyyah 'Abdullah bin Jahsy Rodhiallahu ‘anhu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga mempersiapkan beberapa peperangan. Seperti perang Wadan dan perang Buwath.

Sariyyah-sariyyah dan pasukan ini mencapai beberapa sasaran, diantaranya:

1. Menjadi ancaman bagi jalur dagang Quraisy ke negeri Syam dan Yaman.

2. Mengikat perjanjian damai dengan kabilah-­kabilah yang tinggal di sekitar Madinah.

3. Menampakkan kekuatan kaum muslimin di hadapan musuh-musuh mereka.

Pertempuran pertama antara kaum muslimin dan kaum musyrikin adalah perang Badr Kubra.

Sumber: Muqarrar Al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah-Syu’bah Ta’lim Al Lughah Al Arabiyyah Al Jami’ah Al Islamiyyah, Madinah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Name/URL: Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonymous: Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).